Bagaimana Berpikir Seperti Perusahaan Software ?

Source: https://hbr.org

Source: https://hbr.org

Disaat sedang iseng baca-baca artikel di Harvard Business Review, ada salah satu artikel menarik yang judulnya You Don’t Have to Be a Software Company to Think Like One. Di awal artikel, penulis menyajikan sebuah kalimat yang cukup menarik yaitu

“Every business is, willingly or unwillingly, a competitor on a software playing field, no matter which sector it’s in. You’re competing against platforms like Uber in transportation, Google in automotive, Airbnb in hospitality, LinkedIn in recruiting, Netflix in television, and the list goes on

Penulis menyajikan sebuah kalimat yang merombak pemikiran kita mengenai apa itu “software”. Selama ini saya meyakini bahwa software adalah sebuah alat pendukung produk untuk mencapai competitivenessdan belum pernah terpikir bahwa Teknologi Informasi (TI) sebagai pendukung akan berkompetisi head-on dengan TI pendukung kompetitor.

Tapi penulis juga mengingatkan bahwa software tidak akan membuat produk kita menjadi lebih pintar atau lebih efisien, akan tetapi memungkinkan kita untuk membuat model baru dalam penyampaian, pemakaian dan inovasi yang yang jauh lebih produktif dan informatif dibandingkan dengan yang terdahulu.

Kita sebagai seorang profesional Sistem Informasi tentu sudah sangat paham mengenai bagaimana pentingnya efisiensi proses ketika kita akan menggunakan TI di dalam perusahaan,  namun apakah seluruh bagian dari perusahaan demikian? Terkadang mungkin para decision maker sendiri hanya menginginkan TI sebagai suatu cara agar dapat kompetitif.

Lebih lanjut di artikel, penulis memberikan 3 saran untuk berpikir sebagai “software company” agar penggunaan software kita dapat tepat sasaran, yakni :

  1. Membukukan knowledge/informasi-informasi unik yang dimiliki dan menggunakan platform digital untuk meningkatkan keuntungan
  2. Lihat kembali peran partner pada model bisnis
  3. Membangun organisasi yang adaptif dengan struktur kepemimpinan yang tepat

Kita sebagai seorang profesional Sistem Informasi mungkin sudah pernah mendengar saran-saran tersebut entah itu di internet, seminar atau mungkin dalam kelas perkuliahan. Namun hal tersebut meyakinkan kita bahwa penggunaan software bukanlah solusi segala-galanya, apalagi bila kita tidak memahami bagaimana penggunaannya yang tepat sasaran dan mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi atau perusahaan. (FKN/GFP)

 

Sumber : https://hbr.org/2016/04/you-dont-have-to-be-a-software-company-to-think-like-one