Ethics

ethical

Indonesian Information Systems Professional Ethics (IISP Ethics)

IISP Ethics ini dirumuskan dan ditetapkan oleh Association for Information Systems – Indonesia chapter (AISINDO) dan disahkan di Annual Meeting di Yogyakarta 14 Agustus 2016. IISP Ethics ini ditujukan bagi seluruh Profesional Sistem Informasi di Indonesia, khususnya anggota AISINDO. Definisi & cakupan “Siapa Profesional Sistem Informasi?” dapat diakses di tautan ini

Pengertian

  • Kode Etik adalah suatu panduan komprehensif pada suatu tindakan profesional. Kode tersebut dirancang untuk membantu praktisi SI agar sesuai pada etika yang berlaku (ethical conduct), standar praktek (standards of practice) dan integritas (integrity) terbaik, sesuai dengan aktivitas profesional yang dilakukan.

Latar Belakang

  • Memenuhi syarat dan elemen sebuah Asosiasi Profesi dan seorang Profesional.
  • Kebutuhan menjaga dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Profesi SI
  • Kebutuhan panduan Sikap, Moral, & Tindakan Profesional SI anggota AISINDO dalam bekerja dan berinteraksi dengan dengan kolega, pemberi kerja atau atasan, karyawan, client dan masyarakat lainnya.

Tujuan ISSP Ethics

  • Inspiration: menginspirasi dan mendorong anggota AISINDO untuk lebih bersikap etis.
  • Sensitivity: mendorong anggota untuk lebih peduli dan sensitif terhadap aspek-aspek moral dari pekerjaan mereka.
  • Discipline: mampu menegakkan aturan-aturan terkait profesi bagi anggotanya untuk menegakkan Integritas.
  • Advice: mampu menjadi referensi dalam kasus-kasus moral yang kompleks dan dilematis (termasuk memberikan panduan prioritas dan tindakan).
  • Awareness: mampu memberi wawasan dan pengingat bagi pekerja dan client tentang apa yang dapat mereka harapkan dari anggota asosiasi profesi pada saat mereka melaksanakan pekerjaannya.

ISSP Ethics
terdiri dari:
I. Etika terhadap Masyarakat
II. Etika terhadap Perusahaan tempat bekerja
III. Etika terhadap Client
IV. Etika terhadap Kolega & Organisasi Profesi

I. ETIKA TERHADAP MASYARAKAT

  1. Meletakkan kepentingan masyarakat umum yang lebih luas di atas kepentingan-kepentingan pribadi, perusahaan, kolega, atau pihak-pihak lain yang cakupannya lebih kecil.
  2. Melaksanakan tanggung-jawab dan memberikan kontribusi positif untuk Indonesia.
  3. Mematuhi dan menjunjung tinggi hukum, peraturan, dan adat-istiadat yang berlaku.
  4. Menginformasikankeahliannyakepadamasyarakatsertabekerjadanmenyampaikanopinisesuaidenganbidangkeahliannya.
  5. Melindungi informasi yang bersifat pribadi dan rahasia, serta tidak memanfaatkan informasi rahasia orang/pihak lain tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan.
  6. Tidak menyalah-gunakan teknologi informasi.
  7. Melakukan edukasi teknologi informasi untuk masyarakat.

II. ETIKA TERHADAP PERUSAHAAN

  1. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang SI.
  2. Melaksanakan tanggung-jawab pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
  3. Menjaga rahasia perusahaan dan melindungi kepentingan perusahaan.
  4. Menyampaikan kepada perusahaan atau menolak pekerjaan/jabatan yang berpotensi konflik kepentingan pribadi.

III. ETIKA TERHADAP CLIENT

  1. Menjaga informasi pribadi dan rahasia client.
  2. Menggunakan kompetensi yang dimilikinya semaksimal mungkin untuk memberikan layanan dan produk SI terbaik untuk client sesuai kontrak kerja.
  3. Menyampaikan pendapat yang lengkap dan menyeluruh terkait SI
  4. Menyampaikan kepada client atau menolak pekerjaan yang berpotensi konflik kepentingan pribadi.

IV. ETIKA TERHADAP KOLEGA & ORGANISASI PROFESI

  1. Menghormati kolega sesama profesional SI.
  2. Saling berbagi untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan profesional SI.
  3. Melaporkan pelanggaran kode etik profesional SI oleh anggota kepada AISINDO.
  4. Setia dan mendukung aktif AISINDO.
  5. Menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesi SI.

 

MEKANISME PELAPORAN PELANGGARAN & PENEGAKAN ETIKA

A. Pelaporan

  • Laporan atau pengajuan komplain terkait pelanggaran kode etik harus disampaikan oleh perorangan, tertulis jelas, spesifik pada tindakan yang melanggar Kode Etik, dinyatakan juga dampak negatif dari tindakan tersebut, dan ditandatangani oleh pelapor.
  • Dokumen laporan tertulis dialamatkan kepada Chapter President AIS-Indonesia (AISINDO) dapat melalui pos, email, atau saluran komunikasi tertulis lainnya.

B. Mekanisme Penegakan Disiplin Kode Etik

  • Pembentukan Komite Kode Etik dengan SK Chapter President AISINDO
  • Komite Kode Etik mengadakan sidang untuk mendengarkan tuduhan atas pelanggaran dan argumen terlapor terkait dengan hal tersebut.
  • Komite akan  menentukan apakah perlu menghadirkan terlapor atau tidak. Bila terlapor tidak hadir, maka akan disampaikan hasil tertulis dari sidang tersebut kepada terlapor.
  • Terlapor akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses pelaporan dengan kehadiran pelapor, bila diiinginkan dan diijinkan.
  • Hasil Sidang secara tertulis akan diberikan oleh Komite Kode Etik.
  • Aturan dan prosedur tambahan akan ditentukan kemudian oleh Komite Kode Etik, apabila diperlukan.
  • Bila terlapor adalah salah satu Pengurus Pusat AISINDO, maka diminta untuk melepaskan jabatan sementara hingga telah sampai putusan final atas tuduhan yang dihadapi.

C. Opsi Keputusan & Sanksi

Hasil keputusan Komite Kode Etik dapat berupa:

  • pernyataan bebas atas segala tuduhan, atau
  • peringatan tertulis, atau
  • penundaan keanggotaan AISINDO sementara padaperiodewaktutertentu, atau
  • pencabutan keanggotaan dan pernyataan pencabutan atas fasilitas yang diberikan AISINDO, atau
  • hal lain yang dianggap perlu dan penting oleh Komite (termasuk pelarangan pencantuman nama AIS/AISINDO pada identitas terdakwa/kartu nama).

Komite akan memberikan hasil sidang tertulis yang berisi fakta kasus, putusan yang diberikan, dan alasan dari putusan tersebut.
Hasil sidang akan ditinjau oleh Pengurus Pusat AISINDO serta penasehat hukum (bila diperlukan), setelah disetujui akan disampaikan kepada terdakwa untuk dilaksanakan atau mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

D. Pengajuan Banding

  • Bila terdakwa keberatan terhadap putusan Komite Kode Etik, maka terdakwa dapat mengajukan banding kepada Pengurus Pusat AISINDO, dalamkurunwaktu 30 (tiga puluh) hari sejak putusan diberikan. Apabila banding diterima, maka Pengurus Pusat AISINDO akan membahasnya pada pertemuan rutin berikutnya atau pertemuan khusus, meninjau hasil putusan dan semua informasi terkait, untuk menentukan:
  1. terjadi kesalahan prosedural secara substantif oleh Komite Kode Etik, atau
  2. terdapat temuan bukti baru yang substantif.
  • Terlapor dan pelapor dapat mengikuti pembahasan pengajuan banding pada pertemuan Pengurus Pusat AISINDO.
  • Pertemuan tersebut akan menentukan apakah telah terjadi kedua hal yang disebutkan diatas atau tidak. Bila benar, telah terjadi, maka akan dilakukan sidang ulang oleh Komite Kode Etik yang baru.
  • Putusan pada pertemuan Pengurus Pusat AISINDO bersifat final, mengikat dan tidak bisa diajukan banding.

E.Pencatatan & Publikasi Kesalahan

Setelah hasil putusan sidang (hasil pengajuan banding), maka AISINDO akan mengumumkan hasil putusan tersebut pada saluran publikasi resmi asosiasi (untuk penundaan keanggotaan atau pencabutan keanggotaan), bila berupa pembebasan segala tuduhan, diumumkan bila telah diijinkan oleh terlapor.

—————————————————————————————————————————-

Etika dan Aturan Media Sosial AISINDO (WA, FB group, Mailing list) – Netiquette

Disepakati & ditetapkan tanggal 6 Februari 2017

I. TUJUAN Media Sosial AISINDO: “KISS

AISINDO mengelola Media Sosial bagi internal anggotanya untuk Media untuk menjaga, memperkuat, & meningkatkan:
- Komunikasi
- Informasi
- Silaturahmi
- Sharing pengetahuan & pengalaman

 

II. PRINSIP yang harus dijaga dan dilaksanakan saat menyampaikan:

KONTEN Baik, CARA Baik

Konten:
-
Jelas
- Valid
- Sumber dapat dipertanggung-jawabkan
- Mendukung tujuan media AISINDO (“KISS”)

Cara:
-
Santun
- Menghargai pendapat & pribadi orang lain
- Menerima perbedaan
- Menjaga suasana kekeluargaan

 

III. Berikut PANDUAN apa yang sebaiknya Dilakukan (DO) dan Tidak Dilakukan (DON’T):

 

DO:

  1. Perkenalkan diri saat awal bergabung di forum
  2. Pamit saat akan left dari group/forum
  3. Menghargai anggota lain di grup sebagai pribadi-pribadi yang sama-sama ingin dihargai.
  4. Memuji pendapat orang lain, sebelum menyampaikan ketidak-setujuan
  5. Jelaskan pendapat dengan argumentasi yang logis dan referensi ilmiah dapat dipertanggung-jawabkan.
  6. Menghargai privacy orang lain, termasuk waktu dan kesibukan anggota lain.
  7. Merespon posting orang lain, meski dengan menggunakan emoticon menghargai.
  8. Ringan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang mampu meningkatkan kompetensi profesional Sistem Informasi anggota lain.
  9. Ringan menolong anggota lain, termasuk menjawab atau merespon pertanyaan anggota lain.
  10. Ringan memaafkan kesalahan atau ketidaktahuan orang lain.
  11. Bertanggung-jawab terhadap apapun yang kita posting dengan menjawab setiap respon yang diberikan anggota lain, memberi penjelasan, hingga meminta maaf apabila melakukan kesalahan.
  12. Menjaga reputasi dan kepribadian baik anda selama online.
  13. Menjaga suasana kekeluargaan, termasuk saat berdiskusi atau berbeda pendapat.
  14. Apabila akan posting menyela diskusi yang sedang berlangsung di forum, meminta maaf dan mengembalikan lagi topik diskusi yang sedang berlangsung.
  15. Menggunakan emoticon dengan benar dan sesuai topik posting.
  16. Aktifkan feature “Mute” notifikasi group anda agar tidak mengganggu.

DON’T:

  1. Tidak merendahkan orang lain atau kompetensi orang lain.
  2. Tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung orang lain.
  3. Tidak memposting sesuatu yang terindikasi Hoax atau belum jelas kebenarannya.
  4. Tidak melakukan Spamming atau posting materi berulang-ulang yang berpotensi mengganggu kenyamanan anggota lain.
  5. Tidak memposting sesuatu yang sensitif dan berpotensi menimbulkan perselisihan atau ‘kegaduhan” yang tidak mendukung tujuan media AISINDO
  6. Tidak memposting gambar, photo, atau tulisan terindikasi porno, tidak sopan, atau melanggar privacy orang lain.
  7. Tidak menuntut orang lain untuk segera menjawab atau merespon posting kita.
  8. Tidak memposting sesuatu kemudian meninggalkannya dengan sama sekali tidak menjawab respon yang diberikan anggota lain terhadap postingan kita.
  9. Percakapan 2 orang anggota tentang topik tertentu yang menyangkut 2 orang tersebut sebaiknya dilakukan melalui chatting langsung (Private Message) tidak disampaikan atau ditanyakan di forum.
  10. Tidak keluar forum (left) tanpa pernyataan pamit.
  11. Tidak pernah berkontribusi, merespon atau memposting apapun selama menjadi anggota forum.

 

IV. MEKANISME PENEGAKAN ETIKA & ATURAN:

Step 1. Admin akan mengingatkan poin etika & aturan di forum tanpa menyebutkan nama pelanggar;

Step 2. Admin akan mengingatkan langsung ke anggota yang bersangkutan melalui direct message;

Step 3. Admin akan mengeluarkan anggota yang bersangkutan dari forum.

 

Demikian Tujuan, Prinsip, Panduan, & Penegakan etika & aturan sosial media AISINDO, semoga mendukung pencapaian tujuan AISINDO.